Senin, 28 September 2015



SEMBUNYI



Langkah kaki mulai ku pelan kan



Tak ada satu irama pun yang ku keluarkan….



Tubuh ini ke takutan



Menggigil ke dinginan……..



Di semak semak terisak tangis…



Sebatang pohon tua penumpu badan ….



Takut diri tuk keluar



Akan ada binatang buas yang siap memakan tubuh yang tak berdaya ini..



Menit ke menit berlalu detik detik terlewati



Tidak satu pun ku temukan

Mereka yang berjalan di sana



Ke  pasrahan ku hanya ke padamu



Sang pencipta jagat raya..

Jumat, 25 September 2015

puisi

JATUH HATI


Sajak ini ku sampikan lewat tulisan…


Menggambarkan keadaan hati..


Hati ku lagi terombang ambing di lautan lepas……


Kadang terhempas di bawa  di tiupan angin…


Dengan rasa tak dapat di pahami.


Tiba tiba saja rasa kagum ku berubah menjadi sebuah cinta…..


Dan aku kurang tau pasti dari mana arah nya….


Aku seperti gila di buatnya.


Mencari cari sesosok banyangan nya di antara satu dengan yang lain nya…..


Ohh..


Ini kah yang di namakan cinta…


Saat berjumpa jantung terasa berdenyut kencang….


Bibir tak mampu berucap


Hanya dari kejauhan lah aku mampu memandangi nya….

Itu pn aku tak mau terlalu lama.


Karena itu zinah bagi ku…


 




JATUH HATI



Sajak ini ku sampikan lewat tulisan…



Menggambarkan keadaan hati..



Hati ku lagi terombang ambing di lautan lepas……



Kadang terhempas di bawa  di tiupan angin…



Dengan rasa tak dapat di pahami.



Tiba tiba saja rasa kagum ku berubah menjadi sebuah cinta…..



Dan aku kurang tau pasti dari mana arah nya….



Aku seperti gila di buatnya.



Mencari cari sesosok banyangan nya di antara satu dengan yang lain nya…..



Ohh..

Ini kah yang di namakan cinta…



Saat berjumpa jantung terasa berdenyut kencang….



Bibir tak mampu berucap



Hanya dari kejauhan lah aku mampu memandangi nya….



Itu pn aku tak mau terlalu lama.



Karena itu zinah bagi ku…



 

PUISI



 MISTERIUS

Malam begitu terang dengan rembulan……
Sang bintang jadi teman kesepian
Mata begitu tajam memandangi sesosok pria yang sendirian
Di ujung pilar rumah allah nan megah
Siapakah dia, jadi pertanyaan ku…
Suara nya begitu sempurna melantunkan firman firman allah….
Bergetar hati ku mendengarkan nya….
Cahaya bulan kalah dengan pesona nya….
Dia begitu sangat sempurna di mata ku….
Tanda tanda besar bagi ku……
Ingin aku mendekat menyakan siapakah akhi…..
Tapi keyakinan ku  mengatakan tak pantas seorang perempuan berbicang bincang dengan orang yang tak di kenal
Ketika cahaya bulan mulai memudar
Meninggalkan singgasana nya  langit
Sesosok pria itu pun ikut menghilang
Tak tau kemana  dia pergi…..